Jenis Sapi Qurban yang Ada di Indonesia

Ibadah Qurban sendiri merupakan ibadah menyembelih hewan ternak dan salah satu bagian dari syiar Islam yang disyariatkan dalam Al-Qur’an. Untuk pelaksanaannya sudah ditentukan seperti pada hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik (11, 12, & 13 Dzulhijjah) yang mana tujuannya mendekatkan diri pada Allah SWT. Menjelang perayaan Idul Adha, pastinya banyak panitia dan perorangan yang mulai berburu sapi untuk dijadikan hewan qurban. Salah satu hewan qurban ini memang banyak digunakan karena bobot yang dimiliki dan memang disunahkan. Sebelum membeli sapi qurban, tentunya ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Yakni dari segi syarat hewan qurban harus terpenuhi. Diantaranya seperti berikut ini;

  • Harus berupa binatang ternak, misalnya unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.
  • Sudah mencapai usia sesuai syari’at, yakni jaza’ah (usia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (usia setahun penuh) dari yang lainnya.
  • Unta berusia sempurna, yakni 5 – 6 tahun.
  • Sapi berusia 2 tahun.
  • Kambing berusia 1 – 2 tahun.
  • Domba berusia 6 bulan.
  • Bebas cacat dan penyakit.

7 Jenis Sapi yang Banyak Digunakan untuk Qurban

Memastikan kualitas sapi yang akan dijadikan hewan qurban memang sangat penting. Sebab sapi-sapi ini akan digunakan untuk ibadah yang berkaitan langsung dengan Allah. Di Indonesia sendiri memiliki beberapa jenis sapi qurban yang cukup banyak digunakan untuk ibadah qurban. Diantaranya sebagai berikut ini.

  1. Sapi Limousin

Merupakan jenis sapi yang terkenal dengan kualitas daging empuk dan relatif rendah lemak. Untuk sapi limousin ini asalnya dari Perancis dan merupakan jenis sapi Taurus dan sudah ada sejak 16.000 – 13.000 tahun lalu. Ciri khas dari sapi ini adalah tubuhnya berwarna krem, merah bata, dan kadang hitam. Di bagian tertentu misalnya lutut bagian bawah dan area sekitar mata mempunyai warna cenderung lebih terang. Mempunyai postur tubuh besar, padat, panjang dan kompak. Ukuran sapi limousin jantan dewasa bisa mencapai 160 cm dengan berat mencapai 1.1 ton. Kelebihan dari sapi ini adalah pertumbuhan cepat dibandingkan dengan sapi spesies lain.

  1. Sapi Ongole

Berasal dari India, dan termasuk sapi jenis Zebu. Ciri utama dari sapi Ongole ini adalah warnanya putih, kadang ada yang berwarna merah terang. Di bagian mata dan kipas ekor mempunyai rambut warna gelap atau hitam. Warna hitam yang lainnya bisa ditemukan pada bagian leher, punuk, kepala, lutut, pantat, dan gelambir. Punuk sapi Ongole ini besar dengan gelambir besar dan berlipat ke pusar. Selain itu sapi Ongole mempunyai preputium yang cenderung menggantung sebab kulitnya relatif longgar. Sapi Ongole ini mempunyai bentuk kepala panjang dan wajah melengkung ke depan. Tanduk pada bagian kepala pendek sampai bungkul. Telinganya panjang dan sedikit menggantung. Leher sapi ini pun pendek dan mempunyai punggung melengkung ke bawah kemudian ke atas pada bagian belakang sapi. Tinggi sapi Ongole dewasa bisa mencapai 140 – 160 cm dengan bobot 400 – 600 kg. Jadi tidak heran jika banyak yang memilih sapi ini untuk sapi qurban.

  1. Sapi Simental

Jenis sapi Taurus ini asalnya dari Swiss bagian barat. Sapi Simental mempunyai ciri utama dari variasi warna kulit. Warna kulit sapi ini umumnya krem, merah bata sampai emas belang putih. Untuk bagian tertentu mempunyai warna terang atau cenderung putih. Misalnya pada bagian perut, muka, brisket, ujung ekor, sampai bagian lutut ke bawah. Postur tubuh dari sapi ini kekar berotot dan tinggi. Seekor sapi Simental jantan dewasa bisa mencapai tinggi 170 cm dan bobot mencapai 1.2 ton. Jadi tidak heran jika banyak yang menggunakan sapi ini untuk disembelih ketika Idul Adha.

  1. Sapi Bali

Sesuai dengan namanya, sapi ini memang asalnya dari Bali. Untuk sapi Bali ini mempunyai kulit warna keemasan dan hitam. Sedangkan pada bagian tertentu misalnya lutut sampai kaki warnanya lebih terang atau putih. Biasanya sapi bali mempunyai kaki pendek namun kuat dan cenderung lebih mirip dengan kerbau. Tinggi sapi Bali ini sekitar 130 cm dengan berat antara 300 – 400 kg. Persebaran sapi ini pun sudah mencapai daerah-daerah pelosok sekalipun. Bahkan sudah sampai luar negeri seperti Australia, Filipina, dan Malaysia.

  1. Sapi Brahman

Untuk sapi brahman atau American brahman ini dikembangkan di daerah Pesisir Gulf di Amerika Serikat tahun 1854 – 1926. Di Indonesia, sapi ini dipakai untuk program grading up sapi peranakan Ongole lewat inseminasi buatan yang hasilnya sering disebut sapi putih. Apabila dilihat dari luar, sapi brahman ini memang mirip dengan sapi Ongole. Yang membedakannya adalah sapi brahman ini lebih kuat dan kakinya pun lebih pendek daripada sapi Ongole. Berat sapi brahman jantan dewasa antara 800 – 1100 kg dan tinggi mencapai 168 cm. Sedangkan untuk bobot sapi brahman betina yang sudah dewasa mencapai 500 – 700 kg.

  1. Sapi Brangus

Kemudian ada sapi Brangus, yang mana pada tahun 2019 lalu digunakan oleh Presiden Jokowi sebagai hewan qurban. Untuk sapi Brangus ini merupakan hasil persilangan antara sapi brahman dengan sapi angus. Yang mana bertujuan menghasilkan sapi potong yang memiliki ketahanan di iklim sulit. Umumnya warna kulit sapi Brangus ini hitam, dengan punuk dan leher pendek, kemudian badannya besar dan tidak mempunyai tanduk. Berat sapi Brangus dewasa bisa mencapai 900 kg dan tinggi 159 cm.

  1. Sapi Madura

Adalah jenis sapi yang dihasilkan lewat persilangan antara banteng dan sapi Zebu. Untuk sapi madura ini mempunyai warna kulit merah bata dan putih di daerah mata, mulut, pantat, dan ujung kaki. Setelah dewasa dan menjadi gemuk, sapi Madura jantan akan menimbun lemak di bagian atas leher. Sapi Madura tidak hanya bisa ditemukan di Madura saja, namun juga banyak ditempat lainnya. Misalnya di Jawa Timur. Banyak orang lebih memilih sapi Madura sebagai hewan qurban karena memiliki harga jauh lebih murah dibandingkan dengan sapi Bali. Selain itu sapi Madura juga dipercaya sebagai salah satu sapi yang tahan pada serangan penyakit.

  1. Sapi Peranakan Ongole

Selanjutnya ada sapi peranakan Ongole yang merupakan hasil persilangan antara sapi lokal dengan sapi Ongole. Jenis sapi ini banyak digunakan oleh masyarakat Solo untuk dijadikan hewan Qurban.

Nah itulah beberapa jenis sapi yang sering digunakan oleh orang Indonesia ketika berkurban. Jika Anda ingin membeli sapi qurban sendiri, ada baiknya dimulai dari sekarang dan mulai membuat tabungan. Dengan begitu, nantinya sapi qurban yang diinginkan bisa dibeli dan dimanfaatkan secara lebih baik tentunya. Salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan ketika membeli sapi qurban ini adalah tempat pembeliannya. Saat ini banyak peternak yang bisa menyediakan berbagai macam sapi qurban sesuai permintaan. Namun sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu bagaimana reputasi, kondisi sapi serta penawaran harganya.